Penyebab Kanker Kelenjar Getah Bening yang Perlu Anda Ketahui

0 Comments

Penyakit kanker termasuk salah satu jenis penyakit yang bisa mengancam keselamatan jiwa. Hal yang sama juga berlaku untuk penyakit kanker kelenjar getah bening atau yang sering disebut juga dengan nama limfoma maligna. Kanker jenis ini tergolong kanker ganas yang menyerang sistem limfatik. Sistem limfatik merupakan salah satu bagian dari sistem kekebalan tubuh yang berperan untuk melawan berbagai infeksi maupun kanker yang menyerang tubuh.

Perlu diketahui, kelenjar getah bening merupakan struktur jaringan kecil yang berperan dalam sistem kekebalan tubuh manusia. Sering disebut juga dengan limfa, kelenjar getah bening berukuran sangat kecil menyerupai kacang hijau atau seperti kepala peniti. Meskipun berukuran kecil, kelenjar getah bening memiliki jumlah yang cukup banyak dan tersebar di bagian tubuh, seperti pada ketiak, leher, paha bagian dalam, usus, paru-paru, dll. Di dalam tubuh, kelenjar getah bening bisa hanya sendirian maupun berkelompok.

Berperan dalam sistem kekebalan tubuh, getah bening berperan dalam mengumpulkan dan menyaring cairan. Ketika ada kondisi yang menyerang getah bening, seperti cedera, infeksi atau bahkan kanker, maka getah bening akan mengalami pembengkakan. Hal ini lantaran getah bening bekerja ekstra dalam melawan cairan, bakteri jahat, dan virus yang masuk ke dalam tubuh. Pembengkakan umumnya terjadi pada bagian leher, ketiak, dan lipatan paha.

Penting untuk mengetahui gejala apa saja yang Nampak pada penyakit yang satu ini. Karena dengan mengetahui gejala-gejalanya, diharapkan Anda mampu melakukan upaya pengobatan sesegara mungkin agar kondisi tidak semakin parah. Adapun gejala-gejala yang akan dirasakan oleh penderita kanker jenis ini, antara lain:

  • Umumnya terjadi pembengkakan pada bagian leher, ketiak, dan lipatan paha.
  • Mengalami demam berulang.
  • Badan menggigil dan suhu tubuh tidak stabil.
  • Berkeringat secara berlebihan pada malam hari.
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Berat badan turun secara drastis.
  • Batuk dan sesak napas.
  • Mudah merasa lelah dan kehilangan energi.
  • Sakit kepala.
  • Amandel membesar.
  • Gatal pada bagian seluruh tubuh secara terus menerus hingga mengakibatkan terjadinya ruam.

Selain mengetahui berbagai gejala penyakit limfoma, Anda juga perlu mengetahui apa saja yang menjadi faktor seseorang bisa terkena penyakit ini. Adapun faktor penyebabnya adalah sebagai berikut:

  1. Usia.
    Limfoma dibagi ke dalam dua jenis, yaitu limfoma jenis Hodgkin dan limfoma non Hodgkin. Pada mereka yang berusia 15-30 tahun lebih rentan terkena penyakit limfoma jenis Hodgkin, sedangkan limfoma jenis non Hodgkin akan menyerang pada mereka yang berusia lanjut dengan resiko semakin besar seiring dengan bertambahnya usia, khususnya bagi lansia berusia di atas 60 tahun.
  2. Faktor genetik atau keturunan.
    Jika di dalam keluarga ada yang memiliki riwayat pernah terkena limfoma, entah itu ayah, ibu, maupun saudara kandung, maka resiko terkena penyakit ini jauh lebih besar dibandingkan dengan mereka yang tidak ada riwayat penyakit ini dalam keluarganya.
  3. Memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah.
    Dengan sistem kekebalan tubuh yang rendah akan membuat tubuh mudah terserang berbagai penyakit. Seseorang dengan imunitas yang rendah dan rentan terhadap penyakit bisa ditemukan pada mereka yang menderita HIV atau pada seseorang yang sedang menggunakan obat imunosupresan.
  4. Jenis kelamin.
    Dibandingkan dengan wanita, para pria lebih rentan terkena penyakit limfoma.
    5. Pernah tertular virus EBV (Epstein Barr Virus).
    Virus EBV bisa menyebabkan demam kelenjar. Bagi mereka yang pernah mengalami demam kelenjar akan lebih beresiko terkena penyakit kanker kelenjar getah bening jenis Hodgkin dibandingkan dengan mereka yang belum pernah mengalami. Umumnya benjolan akan muncul pada bagian leher dan kepala.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *